Tes Wawancara Kerja Sudah Tidak Asyik Lagi

Ada banyak sekali tips dan trik tes wawancara kerja di internet. Inilah yang membuat saya berfikir, bagaimana HRD menilai seseorang berbohong?

Maksud saya adalah, misalkan seseorang membaca artikel tips dan trik wawancara sebelum hari H wawancara kerja. Dia tahu harus mengetok pintu terlebih dahulu, tidak duduk sebelum dipersilahkan, menjabat tangan pewawancara, rambut dan pakaian dirapihkan, tidak banyak bengong ketika diwawancara, harus menjawab ketika HRD bertanya “Apakah ada pertanyaan?”.

Bagaimana jika orang tersebut pada kehidupan aslinya tidak seperti itu? dalam berpakaian tidak rapih, kurang sopan, dan hal lain yang bertolak belakang dengan tips dan trik yang dipelajari di internet.

Kecantikan dan Kesempatan Mendapatkan Pekerjaan

Terlintas terpikir dan mulai terasa. Sepertinya pengaruh kecantikan untuk mendapatkan pekerjaan itu ada ya. Anggap saja ada 2 orang yang kemampuan dan nilainya sama, namun salah satu dari mereka lebih cantik, bukankah wajar jika HRD memilih kandidat yang lebih cantik/menarik? hehehe

Yang di atas adalah contoh saat proses rekrutmen. Ada juga yang belum sempat dites sudah terseleksi duluan karena kriteria yang dicari perusahaan adalah harus menarik/enak dilihat (duuuh bahasanya, padahal maksudnya cantik, ahhay). 

Tapi yakinlah, cantik itu relatif, selera setiap HRD berbeda-beda, hahahahaha…

Lanjut Kuliah S2 atau Kerja Dulu?

Judul di atas merupakan sebuah dilema yang dialami banyak lulusan baru (fresh graduate). Okray! to the point saja, setelah lulus S1 saya lebih memilih kerja dulu. Kalau cita-citanya bukan menjadi seorang dosen, melanjutkan studi untuk apa? mengapa tidak mencari pengalaman kerja dulu. Jika punya pengalaman kemudian lanjut S2 dan akhirnya menjadi dosen, itu lebih berkualitas. Sebagai ilustasi, setahu saya (sampai saat ini), tidak sedikit dosen-dosen pendidikan (misalkan dosen PGSD) minim pengalaman mengajar murid SD.

Menurut Anda, lebih berkualitas guru SD atau dosen PGSD yang minim pengalaman mengajar murid SD?. Mengajar mahasiswa jelas berbeda dengan mengajar anak-anak sekolah dasar.

Melanjutkan studi pascasarjana juga akan mengeluarkan banyak biaya. Jika belum mendapatkan beasiswa, coba dipikirkan kembali.

Apakah Anda melanjutkan kuliah S2 karena belum mendapatkan pekerjaan?
Apakah Anda melanjutkan kuliah S2 karena disuruh orangtua?
Apakah juga Anda melanjutkan kuliah S2 hanya untuk mencari aman (berfikir lowongan kerjanya lebih banyak)?

Di zaman sekarang ini, jika kita masih berfikir semakin tinggi gelar pendidikan berbanding lurus dengan pendapatan, hm…..

Cinta karena Cantik atau Sebaliknya?

Kalau disuruh memilih, kalian lebih memilih yang mana? (1) cinta karena cantik, atau (2) cantik karena cinta?

Dua pernyataan di atas benar. (1) Kita mencintainya karena dia cantik, wajar dong ya dari mata turun ke hati, hahhay!. Saya yakin banyak yang setuju, atau mungkin anda sendiri pernah mengalami? he. Kemudian yang nomor (2) berarti bahwa karena kita cinta, dia terlihat cantik. Saya pernah mendengar seorang pembicara bahwa pernyataan nomor (2) inilah yang lebih membuat awet sebuah hubungan, “cantik karena cinta”. Karena cinta lah membuat seseorang terlihat selalu cantik, awet selalu.

Kalau semisal anda pilih nomor (1) cinta karena cantik, ntar kalo dia sudah tua (kurang cantik), anda jadi tidak cinta lagi.

Mobil Gede Isinya Cuman 1 Orang

Bisa jadi ini salah satu penyebab kemacetan, yah, mobil pribadi. Jalan raya di Indonesia umumnya tidak terlalu lebar. Bayangkan saja jika semua pengendara memakai mobil pribadi, dan isinya cuman 1 orang, macet tuh!

mobil Alphard
via: carfreakz.com

Pakai angkutan umum yuk, apakah masih gengsi? hihihi. Memang, jarang sekali ditemukan orang yang memakai jas atau yang mengindisikan dia adalah bos, manajer, atau pimpinan lainnya yang naik angkutan umum, pernah melihat? atau orang itu adalah Anda? dudududuuh…

Sudahlah, celoteh kali ini itu saja, hohoho…semoga ada yang tersinggung, hehehe.