Alasan Saya Menggunakan WordPress (Lagi)

Wordpress Terbaik!
Menyukai dunia blogging dengan pindah-pindah platform, begitulah. Ngeblog mulai dari WordPress, Blogger, Tumblr, kemudian balik lagi menggunakan WordPress, atuhlah. Alasan saya menggunakan WordPress?

Okray! kita awali dengan Blogger dulu:

1. BLOGGER

Keren abis nih platform, terutama jika Anda menginginkan ingin cepat terindeks oleh mesin pencari khususnya Google. Loh kok? ya kan Blogger dibuat oleh perusahaan Google, so dia lebih di sayang.

Satu yang saya begitu kurang suka dengan blogger yaitu kita susah meng-customize template blog menjadi keren seperti yang para master blog punya, yaelaaa. Silahkan belajar pemrograman HTML, CSS, dan JavaScript jika Anda ingin lebih mengerti merubah template bahkan membuat template itu sendiri.

2. TUMBLR

Ini platform yang paling simple menurut Saya. sangat mudah digunakan. Bahkan template yang gratisan tapi keren sangat banyak di Tumblr. Kita pun juga bisa meng-custom template kita sendiri (gratis) yaitu merubah kode HTML, CSS, dan JavaScript.

Dan yang menjadikan Saya tidak memilih tumblr lagi adalah karena “kok susah sekali blog Saya terindeks di mesin pencari ya? why?” -_-

3. WORDPRESS

Semua platform punya kekurangan dan kelebihan. Begitu juga WordPress, meskipun saya memakai WordPress, tentu dibalik kelebihan yang saya dapatkan dari platform yang satu ini, adapun beberapa kekurangannya:
1. Tidak bisa custom domain gratis seperti halnya Blogger dan Tumblr
2. Serba mahal kalau di upgrade

Namun, alasan yang menjadikan Saya memilih WordPress adalah semua kelebihan yang ada pada Blogger dan Tumblr, kurang lebihnya ada juga di WordPress, baik itu kemudahan membuat postingan hingga kemudahan postingan terindeks di mesin pencari

Bagaimana? Anda mau pilih Blogger, Tumblr, atau WordPress?
Saran Saya, coba saja semuanya, mana yang lebih baik menurut Anda, itulah pilihan yang tepat! karena selera setiap orang berbeda, termasuk selera Saya dengan Anda.

Alasan Mengapa Lebih Baik Belajar dari Guru daripada Buku

Buku atau bacaan banyak juga macamnya, fiksi dan nonfiksi. Ada tentang bacaan ilmu pengetahuan, agama, dongeng, cerpen, kitab, majalah, dan masih banyak lagi. Dengan buku, kata orang Kita seakan membuka tabir dunia, maksudnya jendela dunia. Hohoho.

Mengapa demikian? Karena dengan membaca, tanpa harus pergi ke suatu daerah tertentu, Kita tahu bagaimana keadaan di sana, dimana saja spot tempat yang indah untuk dikunjungi, kuliner apa saja yang ada di tempat tersebut. Seakan karena buku, dunia ini, antar benua dengan benua terasa dekat.

image

ilustrasi: askiitians.com

Masih mau malas membaca buku? Sayang sekali, bagaimana mereka yang suka membaca buku dan menikmati pengetahuan indah di luar sana, sementara Anda duduk, termenung, dan berujung tidur tanpa membaca buku. Sungguh…..

Belajar dari buku, akan menerangi hidup Anda, karena dari buku yang berkaitan, Anda tidak akan salah langkah untuk mengarungi hidup ini. Buku ditulis berdasar pengalaman juga, betapa pentingnya pengalaman itu, dengan kata lain, pengalaman buruk seseorang yang ada di dalam buku,  menjadikan Anda terhindar dari itu, karena tahu akan konsekuensinya.

Kita bandingkan dengan belajar dari guru, bukan buku. Saya katakan belajar dari guru lebih penting dan akan lebih bermakna dari pada belajar dari buku. Alasannya adalah guru bisa membaca Kita, sementara buku tidak!. Kita ambil contoh, terdapat buku tajwid/tahsin. Belajar dari buku tahsin, dan menerapkan langsung apa yang sudah dipelajari, namun tahukah Anda? Kita membaca buku tahsin, namun buku tersebut tidak bisa membaca Anda. Jika Anda salah baca Al-Qur’an, Dia(buku) tidak bisa mengoreksi kesalahan Anda.

image

ilustrasi: wisegeek.com

Atau dengan contoh buku pengobatan, terdapat resep pengobatan demam tinggi. Bukankah kita hanya tahu resepnya saja? Bagaimana dengan tingkat demamnya? Atau alternatif pengobatan berdasar usia Kita? Kadar obat yang harus dikonsumsi?. Hanya dari dokter, semuanya akan menjadi jelas, karena langsung bertatapan dengan kita, dan bisa langsung “membaca” keadaan Kita. Tidak seperti buku, hanya memberikan pengetahuan, pengalaman, namun tidak bisa membaca keadaan Kita.

Bukan berarti buku tidak penting untuk dibaca, hanya saja dengan belajar dari guru, akan lebih penting lagi dan menjadikan semuanya lebih bermakna. Rajin-rajinlah berguru menuntut ilmu, dan membaca buku untuk pengetahuan Anda demi kehidupan yang lebih cerah.