Membuang Struk Belanja

Beli Al-Quran lagi. Belinya di Daarut Tauhiid. Pada saat membeli, Al-Qurannya masih terbungkus rapi. Baru pertama kali membeli di sini, karena biasanya saya membeli Al-Quran di Gramedia, toko buku, atau terkadang juga di Palasari, Bandung.

Kalau membeli di Gramedia atau Palasari, kita bisa melihat isi/lembar Al-Quran, untuk mengecek apakah Al-Quran/mushaf dalam kondisi baik, karena bisa jadi ada beberapa lembar yang cacat, ntah itu buram, kusut, dsb.

Ketika membeli, saya malah membuang struk belanja. Ketika sampai di kosan, saya melihat ada 3 lembar pada mushaf yang tulisannya buram. Tidak berpikir lama, saya pun kembali ke Super Mini Market Daarut Tauhiid. Mengais-ngais tempat sampah, hanya untuk mencari struk belanja, tidak ketemu.

Struk belanja tidak ketemu, malah ketemunya dengan dosen pembimbing skripsi, haddoooh. Beliau tiba-tiba mencolek dari belakang, (adegan horor, tidak usah diceritain).

Hingga akhir cerita, oleh kasir saya dikasi untuk menukarkan Al-Quran tsb, Alhamdulillah. Pelajaran yang bisa diambil adalah, jangan cepat membuang struk belanja/struk pembayaran, apalagi kalau yang Anda beli seperti barang-barang elektronik. Tidak semua tempat belanja mengizinkan kita menukar barang tanpa menggunakan struk pembayaran.

Dibalik Tidak Ada Kembalian (Rp.)

Dibalik tidak ada kembalian

Rp. 100.000 tidak akan ada tanpa Rp. 1000, karena Rp. 100.000 merupakan kumpulan dari uang Rp. 1000an rupiah. Saya sulit menjelaskannya, tapi yang pasti uang 500an, atau 1000an itu sangat berarti, walaupun tidak banyak, dan dengan uang segitu kita cuman bisa beli permen dan gorengan.

Dibalik tidak ada kembalian ketika berbelanja.
Kadang, penjual mengatakan, “maaf tidak ada kembalian”. Saya tidak tahu apa yang membuat si penjual malas menukarkan uangnya ke toko sebelah. Apakah sengaja “memancing” kita agar membeli gorengannya dengan kembalian itu? atau memang “beneran” tidak ada kembalian karena si penjual baru membuka tokonya.

Saya biasanya jika dihadapkan dengan situasi ini, jadi tidak mau berbelanja lagi di sana. Saran Saya, jika Anda ingin membuka usaha dagang, jangan malas untuk mencarikan pembeli kembalian uang belanjanya, meskipun hanya Rp. 500 perak, karena uang segitu juga sangat berarti bagi pembeli.