Menggantung Seseorang

Selalu saja menggantung hubungan (cinta?) seseorang dikatakan jelek. Apakah benar begitu? tidak sepenuhnya. Malahan dengan menggantung hubungan seseorang, bisa menahan dia untuk tidak berpacaran, baik dengan kita maupun orang lain, hehee. Hayoo, gak boleh pacaran loh.

Bukan berarti tulisan ini mengajak para pembaca menggantung hubungan si dia. Melainkan, tulisan ini hanya menilai dari sisi yang berbeda.

Cinta karena Cantik atau Sebaliknya?

Kalau disuruh memilih, kalian lebih memilih yang mana? (1) cinta karena cantik, atau (2) cantik karena cinta?

Dua pernyataan di atas benar. (1) Kita mencintainya karena dia cantik, wajar dong ya dari mata turun ke hati, hahhay!. Saya yakin banyak yang setuju, atau mungkin anda sendiri pernah mengalami? he. Kemudian yang nomor (2) berarti bahwa karena kita cinta, dia terlihat cantik. Saya pernah mendengar seorang pembicara bahwa pernyataan nomor (2) inilah yang lebih membuat awet sebuah hubungan, “cantik karena cinta”. Karena cinta lah membuat seseorang terlihat selalu cantik, awet selalu.

Kalau semisal anda pilih nomor (1) cinta karena cantik, ntar kalo dia sudah tua (kurang cantik), anda jadi tidak cinta lagi.

Alasan Bertahun-tahun Jomblo di Bandung

Akhirnya setelah lama, baru tahu sekarang-sekarang ini alasan kenapa saya bertahun-tahun jomblo di Bandung, hihihi, mau tahu?

Ternyata alasannya adalah karena di Bandung cewek cantiknya kebanyakan, jadinya pusing mau pilih yang mana, hehehe.

Begitulah, di sini mau cari makan di warteg nemu cewek cantik, mau pergi ke kampus apalagi, ke mall juga, dan tidak kalah kalau naik angkot banyak “neng-neng geulis euy!”, beuh! maklum kota kembang, kota periangan, kota yang bisa mencetak para jomblo abadi, hahahaha. 

Nah, hayu ke Bandung, biar jomblonya awet.

Berani Loncat 10 Meter Gara-gara…

Suatu saat di kolam renangUPI, saya melihat sepasang kekasih yang yah mungkin karena tidak ada tempat lain, memilih kolam renang sebagai tempat kencan mereka. Yang berenang hanya cowoknya saja, ceweknya hanya memperhatikan.

Tidak lama berselang, sang cowok naik ke papan loncat kolam renang. Tidak tanggung-tanggung, Dia langsung naik pada tingkat 10 meter. Kebetulan saya juga bersama teman ada di sana, bukan karena ingin loncat, tapi hanya berfoto ria, he.

Si cowok itu mengajak kami loncat, kami hanya tersenyum menolaknya, “silahkan mas”. Dia bilang “kalau dilihat dari atas, kok kelihatan tinggi banget ya”. Tidak lama kemudian, saya memalingkan perhatian dari sang cowok. Tiba-tiba cowok itu loncat saja. Saya melihat ke arah loncatan, cowok itu menghilang, ya ampun! ternyata dia sudah loncat!.

Saya jelas kaget, setelah melihat ke arah bawah, ternyata ada kekasihnya yang memberikan semangat dan tepuk tangan. Huhh! ternyata dia berani loncat karena kekasihnya, karena cinta. Betapa cinta bisa membuat orang melakukan hal yang terkadang dia tidak ingin melakukannya. Sungguh, orang akan menjadi berani karena cinta.

Dia Berkhianat? itu Salahmu

Dia berkhianat, kok sampai terlarut dalam kesedihan yang mendalam. Sedihnya cukup saja, jangan dipikirkan lagi. Tidak baik, apalagi sampai melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Bukan salah Dia mengkhianatimu, melainkan salahmu yang sudah tidak asyik lagi.

Jangan kita asal menyalahkan orang lain, yang terkadang belum tentu berbuat salah. Salahkan diri sendiri, setiap kejadian buruk yang menimpa kita tidak lain dan tidak bukan adalah karena buah dari dosa kita sendiri.

Bukankah apa yang menurut kita tidak baik, belum tentu buruk menurut Allah? bisa jadi sekarang kita diberikan ujian, agar menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih tangguh. So, tersenyumlah… ^^