Salah Jurusan, Terus?

Terlintas, ide membahas topik ini. Karena sekarang sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir. Dan walaupun awalnya merasa salah jurusan kuliah, toh sampai saat ini baik-baik saja tuh. Di Ilmu Komputer, banyak ilmu yang bisa Saya dapatkan. Jika merasa salah jurusan, apakah mau pindah? belum tentu Anda nyaman dengan jurusan yang ingin dituju, serius.

Menghadapi persoalan salah jurusan
Menghadapi persoalan salah jurusan

Okay kita ambil contoh, Anda merasa salah masuk jurusan Teknik Informatika. Anda ingin sekali pindah ke jurusan ekonomi, karena menyukai bidang ekonomi. Apa salahnya jika Anda membuat program/aplikasi berkenaan dengan ekonomi? contohnya program penggajian pemain sepak bola agar pemain tidak ingin pindah ke klub lain, program peningkatan pendapatan penduduk di daerah terpencil dan masih banyak lagi contoh lainnya. Kita bisa mengaitkan jurusan kita sekarang dengan bidang kesukaan kita sendiri.

Atau barangkali Anda dari jurusan Pendidikan Agama Islam tapi menyukai olahraga. Bisa tuh, mengajak anak didik nantinya olahraga sunnah nabi seperti jalan kaki, beladiri, memanah, berkuda, dan berenang. Jadi, anda tidak keluar dari jurusan Pendidikan Agama Islam, begitu pun juga Anda bisa terpuaskan karena bidang yang Anda sukai yaitu olahraga, terpenuhi.

Saya juga seperti itu, sekarang di jurusan Pendidikan Ilmu Komputer UPI, karena suka juga dengan pembelajaran tajwid/tahsin, Saya mengambil topik skripsi pembuatan aplikasi pembelajaran berkaitan dengan tahsin. Jangan dipersulit kehidupan ini, karena benar tidak ada yang sulit jika Allah mempermudah urusan kita. Jadi, hanya kepada-Nya lah kita meminta pertolongan, yuk bareng berdoa…

Perlu nggak sih Kuliah Jurusan IT (Information Technology) ?

Sebelumnya, tebakan kalian yang mana? Perlu atau nggak? He.
Pertama, yang jawab perlu barangkali karena Anda orang yang suka IT atau mungkin karena sekarang lagi kuliah jurusan Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dkk.
Oleh sebab itu, Anda bilang kuliah jurusan IT itu perlu. Haahhahaha.
Kedua, yang bilang nggak perlu, bisa jadi Anda berpatokan kepada orang-orang yang sukses dalam bidang IT (Information Technology) tanpa kuliah atau drop out dari kampusnya seperti Mark Zuckerberg, Steve Jobs, dan Bill Gates.

image

ilustrasi: http://www.pjitm.com/

Kisah mereka memang sangat luar biasa.
tapi tahukah Anda? ada berapa banyak yang sukses seperti mereka? (di drop out, atau mungkin nggak kuliah) 🙂
Bisa di hitung paling ya…he, coba Anda bandingkan dengan mereka yang kuliah dan sukses di bidang Teknologi Informasi, banyak! Kesimpulannya adalah mereka yang sukses dengan kuliah di jurusan IT lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang di drop out, dan tidak kuliah.

Alasan lain adalah, jika mereka sukses tanpa kuliah atau di drop out dari perguruan tinggi, mereka lebih membutuhkan tenaga/usaha yang lebih ekstra untuk bisa meraih kesuksesan itu. Masih mau mengambil resiko dengan di drop out dari kampus?

Ada sangat banyak Perguruan Tinggi di Indonesia yang menyediakan jurusan-jurusan IT. Memang dengan tidak kuliah IT, kemampuan pemrograman dan bidang IT yang lainnya bisa Anda pelajari dengan otodidak. Cukup istiqomah belajar sekitar 2 tahun saja, Anda bisa mahir. Namun, itu tidak cukup. Anda harus lebih ekstra lagi untuk melakukan terobosan baru atau temuan baru tentang IT, dan pastinya temuan Anda harus lebih dibandingkan mereka yang kuliah di jurusan IT.

Dengan kuliah juga ada yang namanya relasi, hubungan antar alumni. Jika Anda mengenal dekat beberapa alumni yang katakanlah sukses dibidangnya, Anda bisa lebih leluasa bertanya seputar prospek pekerjaan, lowongan pekerjaan, informasi perusahaan, dll.