Semut Bandung

Baru sadar, selama di Bandung, sekalipun saya tidak pernah digigit oleh semut. Apakah semut di sini tidak berminat menggigit kulit saya yang eksotis? hahaha. Sepertinya bukan itu sebabnya, he.

Saya senang karena mereka para semut tidak menggigit, mungkin pemerintah semut Bandung membuat aturan untuk tidak menggigit manusia, bisa jadi, hahahaha semakin kacau.

Tapi ini serius hadirin, tidak seperti semut Lombok, sangat galak, tidak mengenal ras, suku, hobi, apalagi makanan favorit, kita langsung digigit!.

Kelebihan semut Bandung memang tidak suka menggigit, tapi semut Bandung mempunyai kekurangan, yaitu bau, sangat bau. Nah, kalau semut Lombok kebalikannya, tidak bau tapi galak!

Ada Banyak Bahasa di Lombok

Alasan mengapa ada banyak bahasa di Lombok

Baru terpikir sekarang, mengapa di Lombok ada banyak beragam macam bahasa. Hanya berjarak beberapa kilo saja, bahasa di setiap daerah berbeda-beda. Pulau yang sekecil itu (Lombok) mempunyai segudang bahasa. Saya sendiri berasal dari daerah ini, tahu persis bagaimana keadaannya. Melihat sendiri perbedaan bahasa di setiap daerah yang sangat mencolok, baik kosakata maupun logatnya.

Nah, sekarang kita akan bahas mengapa di pulau Lombok ada banyak bahasa. Menurut Saya pribadi adalah karena penduduk setempat banyak yang merupakan pendatang. Misal orang Bali, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dll datang ke Lombok untuk menetap. Mereka berbaur, sehingga menciptakan bahasa baru. Banyak pendatang, banyak versi bahasa yang tercipta, baik kosakata maupun logatnya.

Yaaah, ini hanya pendapat Saya saja, untuk kebenarannya Saya kurang tahu. Ngomong-ngomong karena Saya dari Lombok, sempat terpikir, berarti Saya juga pendatang ya, entah berasal dari mana, tapi sepertinya dari luar negeri, hahahahahaha.

Selalu Gagal Memberikan Perhatian

Ehem, cinta.

Apa yang menurut kita baik, belum tentu baik menurut Allah karena bisa jadi itu berdampak buruk kepada kita. Sementara, buruk menurut kita, bisa jadi baik di pandangan Allah SWT karena berdampak positif bagi kita.

To the point saja, Saya sedang jatuh hati kepada seseorang disini, Bandung. Namun, ketika hendak memberikan perhatikan kepadanya sedikit saja, pasti gagal. Perhatian ini baik menurut Saya, namun sepertinya Allah menjaga Saya, sehingga menggagalkan semua rencana itu. Contohnya, ketika hendak memberikan Si Cinta oleh-oleh dodol rumput laut dari Lombok, eee sehari sebelum Saya berikan malah dodolnya dikerumuni semut.

Ada lagi, kemarin wisuda teman Saya, Saya bertemu lagi dengan Dia. Saya sudah menyiapkan bunga mawar untuk diberikan kepada Si Cinta. Apa gerangan yang terjadi setelahnya? bunga Saya tiba-tiba oleh sahabat diberikan kepada orang lain, hadduuuh nasib, nasib. Gagal lagi, gagal lagi.

Ya Allah, jika ini buruk menurut-Mu, jauhkanlah Dia dan hilangkan perasaan ini. Jika baik, segerakanlah…

Orang Lombok itu Mempunyai Bakat dan Potensi yang besar, Sayangnya Mereka Hidup di Lombok

Banyak sekali orang sukses dulunya Ia memiliki impian besar namun tidak didukung fasilitas. Hm, bisa diartikan kesuksesan utama mereka karena memiliki impian yang besar, bukan karena fasilitas yang memadai. Fasilitas turut mengikuti impian seseorang, bukan malah sebaliknya.

Tulisan ini dibuat berlandasan pandangan penulis semata karena pernah singgah di beberapa Kota di Indonesia dan bergaul bersama mereka. Bukan bermaksud membandingkan. Hanya saja penulis ingin membawa pandangan yang berbeda khususnya bagi orang-orang Lombok, kemudian daerah Indonesia bagian Timur bahwa mereka yang punya impian besar, jangan sampai menyalahkan fasilitas karena keadaan ditempat tinggalnya.

Sahabat-sahabat semua sangat syarat akan bakat dan mempunyai potensi yang lebih. Jangan sampai minder, justru yang seharusnya minder adalah mereka yang mempunyai fasilitas lengkap namun tidak dimanfaatkan seoptimal mungkin. Sekali lagi, “Orang Lombok itu Mempunyai Bakat dan Potensi yang besar, Sayangnya Mereka Hidup di Lombok”. Mengapa sayangnya mereka hidup di Lombok? Merantaulah, maka kau akan tahu jawabannya.

Bahwa…
Potensimu tidaklah selalu kalah dengan mereka.
Semangatmu lebih panas darinya.
Impian dan ide cemerlangmu berlimpah mengatasi semua permasalahan.
Ketegasanmu mengalahkan keraguan disetiap keputusan.
Kasihmu yang selalu memberi tersalurkan ikhlas di setiap perjuangan.
Percaya Diri !!!

Jangan menyalahkan keadaan jika akhirnya tidak sukses, salahkan diri sendiri yang tidak mampu untuk berbuat lebih menggapai angan. Jika tidak bisa atau tidak sempat merantau, tidak masalah. Hanya saja jangan beranggapan bahwa fasilitas menghambat kalian untuk sukses. Karena merantau hanya membuka pikiran saja, agar lebih terbuka dan semakin longgar untuk menerima inputan lagi.

Memang Indonesia bagian Tengah dan Timur tidak sebegitu bagus dalam fasilitas, terutama dalam bidang pendidikan jika di bandingkan dengan Indonesia bagian Barat. Namun, tidak semuanya. Sebagai contoh di Lombok, kota Mataram. Alhamdulillah sudah memadai dengan referensi yang lumayan lengkap. Yang jadi masalah adalah, itu hanya sebagian kecil, sisanya???

Ini yang menjadikan penulis untuk menghimbau orang-orang Lombok agar merantau, agar potensi itu lebih leluasa dikembangkan. Karena kalian tidak jauh lebih spesial daripada mereka, yakinlah….. ^_^ ….. (kalau yang ini sih kePede-an, hehehe). Tidak apalah, yang jelas sahabat-sahabat harus percaya diri, itu saja. Terimakasih.