Mencoba Membaca di Angkot

Pernah melihat orang membaca buku di angkutan umum? angkot?

Membaca buku di angkot
Membaca buku di angkot | via: wikihow

Saya pernah. Dan ingin menirunya. Pada saat naik angkot, waktu itu saya di belakang, jadi menghadap samping angkot, pemandangan bagian samping angkot. Ternyata dengan duduk di belakang angkot, susah sekali fokus membaca, karena goyang, goyang ke kiri dan ke kanan. Mungkin akan berbeda ceritanya jika ada tempat bersandar, hehehe.

Kemudian beberapa hari setelahnya, saya pun mencoba duduk di kursi depan angkot, di dekat sopir. Ternyata pada posisi ini jauh lebih nyaman membaca buku, jika tidak percaya silahkan dicoba. Dengan duduk di depan, Insyaallah tidak akan goyang ke kiri dan ke kanan, hohoho.

Membaca buku di angkot, lumayan mengisi waktu kosong, apalagi kalau sampai angkotnya “ngetem”, beuh! lama sekali menunggu. So, sembari menunggu, membaca buku pilihan yang tepat bukan?

Orang Pintar Adalah Orang yang Merasa Bodoh

Ada yang menarik dari apa yang dikatakan Buya Hamka, kurang lebih seperti ini:

“Orang pintar adalah orang yang merasa bodoh, sehingga tidak berhenti membaca dan belajar. Orang yang merasa pintar karena tidak membaca, dia akan bodoh kembali.”

Jadi, teruslah merasa bodoh, agar kita tidak bosan-bosannya belajar. Merasa pintar itu seperti membatasi diri sendiri, membatasi diri untuk berhenti menambah ilmu. Seharusnya kita seperti gelas kosong yang siap menerima masukan ilmu dari siapa saja. Dengan merasa bodoh, kita jauh akan lebih cepat menerima ilmu ketimbang jika kita sudah merasa diri pintar.

Padahal, sesungguhnya kita manusia memang asli bodoh, hanya sedikit saja ilmu yang diberikan Allah Swt, sedikit sekali. Butuh berapa lama mempelajari semua bidang ilmu di dunia ini? waaah, tidak terbayangkan. Padahal masih ilmu seputar dunia, belum alam semesta.

Bacalah, Maka Kamu Pandai Menulis

Merasa ditampar dengan artikel yang di tuliskan pada kompas. Judul besarnya adalah “Bacalah, Maka Kamu Pandai Menulis”. Merasa disindir juga, karena selama ini hanya membaca beberapa buku. Harus menambah jumlah buku bacaan, malu karena rajin menulis tapi tidak pernah membaca.

Berikut adalah kutipan dari kompas edukasi:

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO 2012) mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Itu artinya, pada setiap 1.000 orang hanya ada satu orang yang punya minat membaca.

Masyarakat di Indonesia rata-rata membaca nol sampai satu buku per tahun. Tidak usah dibandingkan dengan Jepang dan Amerika yang rata-rata membaca 10-20 buku pertahun.

Jujur, dengan banyak membaca, banyak pula ide topik tulisan yang akan muncul. Menulis tanpa membaca, artinya mengarang-ngarang.

referensi:
http://edukasi.kompas.com………..

Tambah "Link" di Otak Anda dengan Membaca

Banyak link pada website akan memperkaya konten pada web yang bersangkutan. Ketika Kita membutuhkan informasi, hanya tinggal klik pada link informasi yang dibutuhkan. Hubungannya dengan otak, adalah ibaratnya otak sebagai website, dan ilmu pengetahuan adalah link-nya.

Yang pertama, fungsinya membaca kan bertambahnya pengetahuan seseorang, jika dikaitkan dengan paragraf di atas berarti bertambahnya link di dalam otaknya. Semisal Dia telah membaca tentang buku travelling ke kota Bandung. Ketika ditanya jalan menuju kota Bandung?, kuliner yang enak di sana apa?, tempat wisata rekomendasinya dimana?, penginapan yang ada di sebelah mana?, maka link pada otaknya bisa diakses sendiri olehnya, dan mampu menjawab pertanyaan itu. Orang yang tidak pernah membaca, jelas akan kesusahan menjawabnya, karena tidak mempunyai link yang membahas tentang travelling ke kota Bandung.

ilustrasi: shutterstock.com

Sayang sekali jika Kita tidak membaca. Susah-susah semenjak TK/SD belajar membaca, malah ketika besar malas membaca. Jangan menyia-nyiakan usaha yang kita sejak kecil lakukan. Bukankah usaha yang kecil (membaca) akan berbuah besar jika dikembangkan dan terus dilakukan (istiqomah)?. Banyak-banyaklah membaca agar link pada otak Kita bertambah, lebih berkapasitas agar kemuliaan semakin dekat dengan Kita.

Dengan membaca kita mendapatkan pengetahuan, pengetahuan…ia yang akan menerangi kita untuk bertindak benar dalam mengambil setiap keputusan.