Jangan Terlalu Takut, Jangan Terlalu Berani

Sebenarnya dari judul sudah jelas, tidak perlu dijelaskan lagi…hihihi.

Misalkan lombat dari ketinggian 5 meter kolam renang. Berani? jangan terlalu takut, jangan terlalu berani. Kalau terlalu takut nanti malah terbayang-bayang dan akhirnya menyesal karena belum mencoba. Kalau terlalu berani (padahal ragu-ragu dan minim persiapan), nanti malah cara jatuhnya salah, di kolam malah yang duluan terkena air bukan kaki, melainkan perut, itu kan perih sekali, hahaha.

Contoh lain, belajar mengendarai motor. Kalau pakai sepeda saja belum bisa, jangan terlalu berani sampai latihan mengendarai motor di tengah jalan raya yang ramai, khawatir nanti Anda terpental, he.

Berani juga tidak sembarangan…

Jangan Tidur Lagi Setelah Shubuh

Senang sekali membahas tentang tidur. Banyak sekali tulisan saya di blog ini tentang tidur. Banyak orang menilai aktivitas ini adalah aktivitas sederhana, padahal sebenarnya ini merupakan aktivitas istimewa.

Bayangkan saja, dalam 1 hari ada 24 jam, sementara kita tidur rata-rata 8 jam sehari, itu artinya 1/3 dari waktu sehari. Jika umur kita 60 tahun, berarti selama 20 tahun waktu kita untuk tidur saja, ckckck.

Jangan tidur lagi setelah shubuh, lebih baik beraktivitas, apa saja silahkan, bisa olahraga, membaca, atau jalan-jalan. Kalau sudah beraktivitas pagi-pagi sekali, InsyaAllah aktivitas di siang hari akan lebih produktif.

Kalau saya, setelah shubuh walaupun ngantuk, tetap saja olahraga, ngantuknya ditahan, nanti lama-lama berhenti kok. Nah, nanti kalau sudah waktu dhuha, baru mulai tidur, hihihi. Yang penting kan tidak langsung tidur habis shubuh, hohoho.

Sampai Mengalahkan Skripsi

Tumben bisa sesemangat ini.

Padahal tidak pernah yang namanya semangat mengerjakan skripsi. Bergegas pergi ke perpustakaan kampus sembari membayangi wajah dosen pembimbing yang sudah sekian lama tidak pernah terlihat lagi, hehehe.

Eh, malah ada sms dari teman, “renang yu…”
Waduh, langsung balik ke kosan, melepas tas, sepatu, dan mengambil kaca mata renang. Mengerjakan skripsi tidak jadi dulu ya, lain kali saja, masih ada hal lain yang lebih menyenangkan, renang bersama teman-teman, hahhay!

Begitulah, hobi itu sampai mengalahkan skripsi…

Persiapan Pelantikan

Yang paling penting adalah faktor kesehatan, faktor fisik. Ceritanya mau dilantik jadi santri, tepatnya di gunung, selama kurang lebih 4 hari. Tidurnya sendiri-sendiri di hutan. Semoga dilancarkan, aamiin.

Baru bangun siang tadi, langsung bergegas ke kolam renang. Persiapan pelantikannya mending olahraga di kolam renang saja, hahaha. 

Kolam UPI sekarang sedang diperbaiki untuk persiapan PON kalau tidak salah. InsyaAllah akan semakin nyaman dan bersih. Tidak biasanya renang siang hari, ditambah hujan. Siang, karena sekarang tiket di kolam UPI bakalan tutup kalau sudah jam 4 sore, yah perubahan jadwal lagi.

Ada lagi, sekarang kemana-mana membawa beban berat, biasanya membawa 4 atau 5 botol mineral 1,5 liter di tas/ransel. Sambil membawa beban berat, sambil jalan jongkok atau push up. Yah, ini mau karena…karena…karena disuruh pelatih.

Harus mau, namanya juga ikhtiar, biar nanti tidak cidera…hehehe.

Saya dan Azka, si Kuda

Tepatnya kemarin, hari Minggu, saya berkesempatan belajar menunggang kuda. Teorinya gampang, tapi praktiknya susah-susah gampang, he. Penasaran?

Tepatnya di eco pesantren Daarut Tauhiid, yaitu lebih spesifik di Daarus Sunnah, Daarut Tauhiid, Bandung. Waktu itu pagi, para santri satu per satu mencoba menunggang kuda. Teorinya sedikit, jika ingin maju tendang perut kuda, mau ke kiri tarik kendali ke kiri, ke kanan tarik ke kanan, jika ingin berhenti tarik kendali, dan terakhir jika ingin mundur tendang perut kuda sembari tarik kendali. Oia, nendang perut kudanya jangan keras-keras ya, hahahaha.

Di Daarut Tauhiid, saat ini ada 32 ekor kuda. Silahkan berkunjung kesini jika ingin mencoba, tempatnya sangat bagus, nyaman, dan juga para pelatihnya dijamin cool, hohoho.

Akhirnya tibalah giliran saya menunggang kuda, nama kudanya Azka/Aska. Kuda ini sangat liar, tidak seperti kuda-kuda lainnya. Mengapa? setiap santri yang mendekat padanya, pasti kuda ini menghindar, hm…nasib, nasib. Ternyata benar, ketika saya mendekati dan mulai mengelus-elus Azka, Dia menghindar, huaaaaaa!!! kuda ini menyebalkan sekali.

Setelah beberapa menit lamanya, akhirnya bisa naik juga (atas usaha “keras” pelatih menenangkan Azka, si kuda). Pertama, ketika suasana hati deg-degan, ragu-ragu, gelisah, kuda ini susah sekali dikendalikan, serius. Saya mencoba menenangkan diri, Alhamdulillah sedikit demi sedikit si Kuda Azka ini bisa dikendalikan, hihihi, saya senyum-senyum sendiri kala itu.

Subhanallah, kuda bisa tahu suasana hati seseorang…

Hari berlalu, sekarang saya sedang kangen dengannya, Azka, si kuda liar nan ngangenin, semoga baik-baik saja di sana, jangan nakal ya, apalagi sampai menendang pengendara, hihihi.