Cara Mengetahui Dia Jomblo Sejati

Ada yang mengaku jomblo, tapi sejatinya bukan jomblo beneran, bukan jomblo sejati, di belakang dia mempunyai gebetan. Jomblo sejati itu tidak mempunyai gebetan satupun, “free!”. 

Ada yang menarik bagaimana caranya membuktikan mereka yang mempunyai predikat jomblo sejati. Kalau dia laki-laki, suruh dia mengganti foto profil (BBM, Facebook, dll) dengan perempuan/cewek lain. Jika dia tidak mau/takut, sudah dipastikan dia “tralala trilili”, hahahaha, dia takut gebetannya cemburu. Dan sebaliknya, jika dia tidak keberatan mengganti foto profilnya, Dialah si jomblo sejati itu, hihihi.

Metode ini ada salahnya, ada juga benarnya, hahhay!

Berani Loncat 10 Meter Gara-gara…

Suatu saat di kolam renangUPI, saya melihat sepasang kekasih yang yah mungkin karena tidak ada tempat lain, memilih kolam renang sebagai tempat kencan mereka. Yang berenang hanya cowoknya saja, ceweknya hanya memperhatikan.

Tidak lama berselang, sang cowok naik ke papan loncat kolam renang. Tidak tanggung-tanggung, Dia langsung naik pada tingkat 10 meter. Kebetulan saya juga bersama teman ada di sana, bukan karena ingin loncat, tapi hanya berfoto ria, he.

Si cowok itu mengajak kami loncat, kami hanya tersenyum menolaknya, “silahkan mas”. Dia bilang “kalau dilihat dari atas, kok kelihatan tinggi banget ya”. Tidak lama kemudian, saya memalingkan perhatian dari sang cowok. Tiba-tiba cowok itu loncat saja. Saya melihat ke arah loncatan, cowok itu menghilang, ya ampun! ternyata dia sudah loncat!.

Saya jelas kaget, setelah melihat ke arah bawah, ternyata ada kekasihnya yang memberikan semangat dan tepuk tangan. Huhh! ternyata dia berani loncat karena kekasihnya, karena cinta. Betapa cinta bisa membuat orang melakukan hal yang terkadang dia tidak ingin melakukannya. Sungguh, orang akan menjadi berani karena cinta.

Balikan?

Bersatu lagi bareng mantan, balikan, seperti nggak ada yang lain saja. Atau mungkin karena belum laku, keputusan satu-satunya adalah balikan sama mantan. Hm, sudah lah, dulu putus sama mantan pasti ada sebabnya toh, bisa disebabkan jarang komunikasi karena jarak tempat tinggal jauh atau bisa juga karena dia selingkuh.

Sekarang karena masalah dulu itu, apa iya masih mau nyambung/balikan lagi, lukanya sudah sembuh ya? mengapa tidak mencoba bersama yang lain? siapa tahu bisa terobati, bukannya malah balikan. Balikan juga bisa saja sih menyembuhkan, tapi kesannya kurang wah, stok kan masih banyak hai “brother and sister”. Masak dia lagi, dia lagi. hahahaha

Kalau Tidak Ada Cinta, Manusia Akan Perhitungan Sekali

Pernah melihat sahabat yang pacaran? wah ini merupakan sebuah contoh yang sangat jelas sekali terhadap tema bahasan kali ini. Hehehe. Bagamaimana rasanya menunggu kekasih yang walaupun berjam-jam masih bisa betah. Mengapa? tanyakan pada cinta.

Dan kemudian, yang menurut Kita bahwa seseorang itu jelek, namun menurut pacarnya Dialah yang terbaik. Bukan memaksa, tapi cinta lah yang membuat Dia menerima si cinta apa adanya. Coba saja tidak ada cinta di antara mereka, mungkin sedikit jerawat yang tumbuh pun akan membuatnya meminta putus, Kita putus! hahahaha, segitunya.

Kata “Perhitungan” tidak berlaku dalam percintaan. Contoh lain adalah ketika mereka yang makan bareng disuatu restoran. Beuh! coba tebak yang bayar siapa? cewek atau cowok? he. Mereka malah berebutan untuk membayar sajian makanan yang sudah mereka santap bersama. Huaaaaaa!!! So Sweet…Jika mereka menuntut pacarnya untuk membayar, yaaah itu berarti cintanya kurang, atau malah tidak ada cinta sama sekali.

ilustrasi: starringjcc.files.wordpress.com

Sudah ah! kenapa harus pacaran sih yang menjadi contoh. Sekarang kita beralih ke contoh yang lain. Ibu! bagaimana ibu sangat mencintai Kita, sedari baru lahir, balita, hingga sampai saat ini walau dikata Kita sangat membuat beliau kesal dan marah, tapi yakinlah ibu kita tetap pada jalur perasaan yang tidak akan pernah berubah, selalu mencintai kita.

Andaikan ibu tidak mencintai kita, ya sudah dibuang Kita dari dulu, ngerepotin!

Tidak akan pernah terganti cinta kedua orang tua, walaupun Kita berjuang sekeras mungkin untuk membalas jasa keduanya. Oh, mustahil sekali. So, manfaatkan waktu untuk kedua orang tua, jika jarak yang membatasi muka untuk bertemu, apa salahnya untuk menggunakan smart phone, media, email, dsb. Hormati kedua orang tua, jangan mengecewakannya, walaupun tidak akan pernah mampu membalas kecintaan mereka, tapi setidaknya Kita berusaha untuk menjadi seorang anak yang bisa dibanggakan.

Pacaran, Kebohongan akan Merajalela

ilustrasi: xcitefun.net

Wahai anak muda, apalah arti cinta jika tidak benar dalam menanggapinya. Dari dulu hingga sekarang juga masalah cinta memang selalu ada. Tapi bukan berarti Kita ikut andil ke dalamnya dan mengikuti arus masalah negatif dalam dunia percintaan.

Pacaran, sungguh ini merupakan sumber dari segala sumber kebohongan dalam percintaan. Bagaimana dengan berpacaran kau akan sedikit keluar dari garis karakteristik yang sesungguhnya. Alay, mungkin itu kata yang tepat. “Aku akan mencintaimu sehidup semati”, eh tau-taunya dua minggu kedepan malah putus. “Wajahmu mengalihkan duniaku”, HueeeKkz! ini apaan, kesurupan neng?

Logika sederhana dalam percintaan yang memicu kebohongan adalah “kencan”. Bagaimana ketika kencan seseorang akan berdandan seeeeeeee”MAXimaL” mungkin. Hohoho, yang sebenarnya jelek jadi cantik banget, yang sebenarnya pas-pasan terkesan kaya raya, yang tua malah terlihat muda. Oh tidak, ini kebohongan yang merajalela.

Terus mengapa kalian memilih pacaran? jelas-jelas itu adalah sumber kebohongan. Jika ingin mengenal seseorang, bukan pacaran solusinya. Melainkan, jika Anda seorang laki-laki misalnya, Anda bisa menyuruh saudara perempuan/bibik Anda untuk mendekati Dia yang Anda sukai. Dengan cara ini, karakteristik dan kriteria sesungguhnya dari sang target akan terungkap.