Perpisahan PPL di SMP Kartika XIX-2 Bandung

SMP Kartika XIX-2 Bandung

Alhamdulillah, kegiatan PPL telah selesai. Kurang lebih satu semester lamanya belajar menjadi guru, berbaur dengan siswa, mengajar ekstrakurikuler, piket setiap minggu, membuat administrasi seperti RPP, buku agenda guru, program semester, program tahunan, dan masih banyak lagi. Benar-benar pengalaman yang berharga.

Perpisahan PPL di SMP Kartika XIX-2 Bandung berlangsung hari Senin tanggal 21 Desember 2015. Tidak begitu lama acaranya, hanya sekitar 1 jam lebih sedikit. Acaranya pun tidak ribet, dimulai dari pembukaan, sedikit sambutan, penutup, dan makan-makan.

PPL SMP Kartika XIX-2 Bandung
Perpisahan PPL di SMP Kartika XIX-2 Bandung

Ada yang sedikit aneh, karena acaranya mendadak, kami di antara praktikan PPL bertukar peran. Saya sebagai ketua PPL seharusnya memberikan sambutan, tapi malah kebagian membaca Al-Qur’an. Jadi begini latar belakangnya, awalnya saya lah yang akan memberikan sambutan ketua. Kemudian yang bersedia membaca Al-Qur’an tidak ada, jadi saya tawarkan salah seorang praktikan PPL untuk menggantikan saya memberikan sambutan, kemudian saya yang membaca Al-Qur’an, hihihi. Mengalah saja, itu lebih baik bukan?

Meriksa UAS, Nemu Jawaban Lucu

Subuh-subuh sudah disibukkan meriksa UAS siswa SMP Kartika XIX-2 Bandung. Nah, dari puluhan lembar jawaban, saya menemukan ada jawaban yang ngaco, hahahaha. Meskipun ngaco, tapi ternyata bisa membuat tertawa. Lumayanlah buat refreshing otak karena kecapekan meriksa jawaban UAS. Karena meriksa jawaban satu orang saja bisa 2 menitan, jadi meriksa UAS 2 kelas menghabiskan waktu 2 jam lebih. Berikut soal UAS dan jawaban dari siswa yang bersangkutan:

Soal:
Jelaskan bagaimana TIK dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana!?

Jawab:
Ditimpa bencana

Hahahahaha, Dia menjawab sesederhana itu?. Tapi saya yakin sepertinya dia mencontek jawaban teman sebelah, tapi gagal, hanya 2 kata yang sanggup dilirik, hihihi

Aisyah & Lidya

Ini merupakan salah satu dari ratusan cerita yang ingin Saya ceritakan berkenaan dengan PPL. Ada dua orang siswa bernama Aisyah dan Lidya di SMP Kartika XIX-2 Bandung. Mereka Saya kenal, begitupun mereka, mereka juga mengenal Saya.

Setiap kali bertemu, pasti mereka memberikan Saya permen, pasti. Hadduuuh, baik sekali, sambil tersenyum dan menawarkan permen yang dibawa, “Pak, mau permen?“, Saya tidak pernah menolak tawaran mereka, karena Saya juga menyukai permen. hihihi. Tidak satu atau dua permen mereka berikan, tapi banyak. Ternyata pemberian kecil bisa membuat orang bahagia, seperti Saya. Saya sangat bahagia dan merasa nyaman sekali karena kebaikan dan kemurahan mereka. Berikanlah apa yang kamu miliki, walaupun itu hanya berupa permen, he.

Sudah Merasa Nyaman Mengajar

Alhamdulillah, hari ini terakhir mengajar di kelas (PPL). Kurang lebih satu semester lamanya mengajar di sekolah ini, SMP Kartika XIX-2 Bandung. Senang sekali bisa mengajar anak-anak yang super begitu amat terlalu aktif, hahahaha. Jadi takut hanya tinggal beberapa minggu saja kemudian meninggalkan sekolah ini, hmmm.

Hangat, itu yang terasa.
Setiap hari dipanggil dengan “Bapaaak” dari anak-anak, untuk sekadar menyapa, kemudian Saya balas dengan senyuman. Anak-anak juga kerap membantu membawakan proyektor ke kelas, sampai ada juga yang menawarkan permen, hangat sekali. Olahraga bersama, ketika pulang sekolah biasanya Saya mencuri-curi waktu untuk bermain sepak bola dan basket bersama beberapa siswa, padahal terik matahari begitu menyengat, tapi tidak terasa karena keseruan yang ada.

Saya sudah merasa nyaman mengajar, Alhamdulillah. Bukan berarti tidak ada masalah, malah ada banyak sekali masalah, terutama ketika pertama kali mengajar. Satu yang menjadi kesimpulan Saya, menjadi guru itu harus sabar dan ikhlas.

Guru, dosen, menjadi pengajar, sepertinya pekerjaan ini cocok dan menyenangkan. Hem hem hem, uhuk uhuk…