Rekomendasi Pembelajaran Tajwid/Tahsin

Alhamdulillah, semakin hari, banyak ya tempat-tempat pembelajaran tahsin/tajwid di Indonesia. Dengan berbagai metode unggulan mereka untuk membuat santrinya bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar.

Saya ingin merekomendasikan tempat pembelajaran tahsin. Dimana?

Terserah Anda ingin belajar tahsin di mana, tapi saya sarankan sekali untuk belajar pada guru yang mempunyai sanad, yang bacaannya sesuai dengan Rasulullah saw, Insyaallah. 

Pernah belajar tahsin pada banyak guru/ustadz? bukankah terkadang apa yang diajarkan ustadz satu dengan yang lainnya berbeda?

Nah, supaya tidak membingungkan, direkomendasikan sahabat-sahabat untuk belajar Al-Quran pada guru yang mempunyai sanad bacaan Al-Quran. Kalau diajarkan oleh guru yang bersanad, kita tidak ragu lagi untuk menyampaikan ilmu Al-Quran yang telah diajarkan kepada orang lain, bukankah begitu? hihihi

Hayuuu, semangat belajar membaca Al-Quran… ^^

Barter Buku dengan mushaf Al-Quran

Hari minggu lalu, saya mengikuti seminar pranikah di kampus sebelah. Seru, seru karena banyak yang mendapatkan doorprize, termasuk saya, hehehe. Saya mendapatkan doorprize Al-Quran besar, yaitu Al-Quran tafsir, sangat bagus.

Saat pulang dari seminar, saya melihat Al-Quran saya masih ada, berpikir Al-Quran ini harus disumbangkan, disumbangkan ke orang yang lebih membutuhkan. Singkat cerita, saya mengajak seorang teman dari pesantren untuk datang ke kosan, mengapa? untuk membayar hutang, eits! bukan dia yang punya hutang, melainkan saya, hahahaha. Saya belum membayar hutang Rp. 40.000, itu hutang buku, buku tahsin karya ustadz Abdur Rauf.

Waktu itu saya belum mempunyai cukup uang, jadi dicicil 10 ribu dulu. Namun dia menolak, katanya lebih baik nanti sekalian saja bayarnya. Saya teringat dengan doorprize Al-Quran tafsir, kemudian diberikan kepada teman saya ini.

Seminggu kemudian, Alhamdulillah saya mempunyai rezeki dan ingin membayar lunas hutang. Ketika dihubungi, “kang, saya ingin membayar hutang, minta nomor ATM”. Dia malah menjawab, “Gak usah dibayar kang, anggap saja kita barter, barter buku dengan Al-Quran, he”.

Dalam hati, waaah senang sekali. Alhamdulillah ya Allah…rezeki memang datangnya tidak disangka-sangka ya, rezeki datang dari mana saja…hehehe.

Setor ke Siapa?

Ngafalin Quran sendiri? hadduuuh repot. Misalkan Anda bilang Anda hafal surat “Al-Mutaffifin”, nah, itu kata siapa?

Kalau menghafal Al-Quran, boleh menghafal sendiri, tapi harus disetor yah, bisa ke teman atau lebih bagus lagi ke guru tahsin. Kalau guru tahsin yang menyimak, beliau bisa memperbaiki bacaan kita, baik makhorijul hurufnya, sifat huruf, panjang pendek, ghunnah, huruf mantul, dan lain sebagainya.

Jika sendiri menghafal, Kita sendiri tidak tahu bacaan kita benar atau tidak, sering ada yang terlewat, meskipun itu satu huruf, serius. Kan bisa pakai rekaman? ya bisa, tapi rekaman tidak bisa mengoreksi bacaan Al-Quran kita, mau mengoreksi sendiri???